Kamis, 09 September 2010

Pandangan Politik

Aku masih seorang anak SMA yang belum mengerti apa itu politik yang sebenarnya. Tetapi aku mengerti kejamnya politik. Hal ini dikarenakan, kebanyakan nonton berita, curhat ma bapak soal politik, dan bahkan terjun ke dalam dunia politik ( Politik Kecil-kecil'an). Aku thu gimana menjatuhkan seseorang, terkadang juga aku mengetahui rasanya tersakiti oleh politik itu.

Di sini aku akan memberikan kesaksian tentang politik di Indonesia itu, bisa di bilang sejenis pandangan politik dari seorang anak SMA. Kalian pasti heran, ada urusan apa anak SMA ikut campur urusan politik ....Aku akan menjawab : aku adalah anak SMA kelas XI IPA RSBI. Aku sebenarnya tidak ingin dikatakan anak RSBI, bukan di karenakan aku sombong dan sebagainya. Akan tetapi di sini saya menceritakan kejamnya politik. Untuk mencari topik, makanya diriku sedikit mencantumkan kata RSBI.

Sanggau adalah sebuah kota yang sudah lama berdiri tetapi lama juga berkembangnya. Setelah di pikir-pikir, akhirnya aku sedikit mengerti juga. Kalau di lihat dari aspek politiknya, Sanggau ini politiknya kurang baik ( emangnya pada dasarnya politik itu gx baik). Tahu kah kamu, Sanggau ini penduduknya hampir 50:50 antara muslim dan nonmuslim. Walaupun Sanggau ini terlihat aman-aman saja, marilah kita melirik di dalam. Di dalam pemerintahan, politik kesukuan sangat kental sekali. Aku tidak ingin menjelaskan panjang lebar. Bisa terancam lagi sekolah ku. Maklum lah, Politik itu kejam.

Seperti pembahasan yang di atas, aku sedikit mencantumkan kata RSBI. Sejujurnya aku malu menjadi anak RSBI di Sanggau ini. Hal itu dikarenakan, Pemerintah Sanggau kurang mendukung sekolah ini. Mereka hanya bisa ngomel jx. Kalau biaya sekolah ini mahal ( sama kayak mama ku). Apa lagi waktu itu, mereka ( anggota DPR) datang, membawa tukang koran. Mereka berkeliling mengitari sekolah, melihat keadaan sekolah ku ini. Beberapa hari kemudian, di koran muncul yang intinya mempertanyakan kesiapan sekolah kami dengan RSBI. Lalu salah satu teman ku bertanya ma orang yang menulis hal itu di koran , " Bg, ngpa abang nulis yg gtu'an di koran ?". Si penulis itu bilang " Lihat aja, Lab aja gx bagus ". Dalam hati ku bertanya. Kenapa tukang koran itu, gx bertanya ma pemerintah. Apakah pendidikan itu, hanya tanggung jawab kepala sekolah, guru, dan siswa-siswinya saja.

Cobalah pemerintah itu gx hanya ngomel jx. Berikanlah solusi untuk sekolah kami. Ni kalian di gaji mahal-mahal hanya untuk rapat terus. Sekolah kami ini, SMA. Bukan lagi SMP, kalau SMP itu ada dana boss jadi gamapang. Banyak dana !!!. Mungkin untuk orang awam berkata lain. SMP aja mampu RSBI, masak SMA gx. Kalau itu pandangan yang gx benar.

Mari kita berkaca dari permasalahan yang ada. Pendidikan tidak boleh di campur aduk kan dengan politik. Kalau ada yang mencampur adukan dengan politik. Apa kabar dengan kami, sebagai generasi muda. Tentunya kami akan membalas dendam dengan generasi setelah kami. Kalau hal itu terjadi , "Kapan Sanggau maju ?".

Maaf atas segala apa yang saya tulis. Bagi yang tersinggung , jangan marah , besok lebaran.
Saya menulis hal ini, gx ada tujuan lain. Tetapi melainkan hanya unsur curhat. Sebenarnya masih banyak yang ingindi ceritakan. Tapi aku ingin mencari aman saja lah. Takut kejadian-kajadian dulu. Menyampaikan pendapat. Nanti, di bilang mencemarkan nama baik. Susah juga kan............. Hidup ini kejam, bagi orang teraniaya. Sedangkan hidup ini anugrah bagi orang yang menganiaya.

2 komentar: